Lanjutan....
“Eee guys gue ke toilet bentar ya” Ucap Exel.
“Eee guys gue ke toilet bentar ya” Ucap Exel.
“Hmm
ya udah, cepetan keburu makanan lo gue makan” jawab Romi.
“Ya
udah sana bro, cepetan ntar masuk kelas loh” Andrian yang sibuk dengan Telpon genggamnya.
Exel
pun beranjak dari tempat duduknya lalu pergi mengitari kantin dan berhenti di
tempat duduk sebelah Dira. Exel pun langsung duduk di kursi kosong dekat Dira.
“Hey
dir” ucap Exel pada Dira dengan mata yang masih melihat kedua Sahabatnya.
“Eh
kamu xel, mana katanya mau ke kelas aku tungguin juga” ucap Dira.
“Ah
sorry-sorry tadi guru lagi ribet banget di kelas” Jawab Exel yang masih
memandangi dua sahabatnya.
“Liatin
apaan sih? Gelisah banget” Tanya Dira.
“Ah
nggak gapapa kok" balas Exel. "Hmm dah lama disini?” Tanya Exel.
“Nggak kok,
baru aja” jawab Dira.
“Udah
pesen makan? Aku pesenin deh” ajak Exel.
“Udah
kok tuh pesan bakso, kamu aja kan belum pesan” jawab Dira.
“Hmm
ya udah deh, ntar ya” ucap Exel.
Exel
pun mengitari kantin lagi, untuk menemui kedua sahabatnya.
“Dari
mana sih lo, boker?” Tanya Romi.
“Iya
ni lama banget, cepet habisin makananmu, baru kita balik ke kelas” ajak Andrian.
“Aaa
sorry guys kalian duluan aja deh ke kelas aku masi ada urusan bentar, tinggalin
aja gue sama makanan gue” Jawab Exel dengan gestur tubuh gelisah.
“Ya
udah deh, ayo rom” ajak Andrian. "Bentar gue bayar dulu" ucap Romi. "bayarin gue ya rom" pinta Exel dengan wajah memelas. "Gantiin tapi ya" Romi pun membayar batagor yang ia makan sekalian dengan batagor yang dimakan Exel. "siapp bos haha" balas Exel sembari tertawa.
Setelah
Romi dan Andrian meninggalkan kantin dan menuju ke kelas. Exel pun mengambil
piringnya lalu kembali ke Dira.
“Hey
dir sorry lama, tadi abang batagor lagi ribet” ucap Exel.
“Hmm,
loh tapi kok batagor di piring itu tinggal setengah?” Tanya Dira.
“Eee
ini aku makan sambil jalan tadi hhe” Exel ngeles.
Tak
lama bakso yang di pesan Dira datang, dengan ucapan Bismillah mereka
berdua langsung menyantap makanan itu di selingi dengan canda tawa sehingga
suasana di kantin pada saat itu seperti hanya milik Dira dan Exel.
Setelah makan dan bel pelajaran kembali berbunyi.
“Eh
dir udah bel tu, kamu ke kelas gih” ucap Exel.
“Hmm
oke deh, eh pulang ntar temenin ke toko buku boleh?” pinta Dira kepada Exel.
“Eee
kenapa nih tumben?” Tanya Exel.
“Yaa
gapapa sih ada yang mau aku cari aja” jelas Dira.
“Hmm
oke deh, ketemuan di depan gerbang ya” ucap Exel.
Dira pun beranjak dari kursinya dan ketika ia mau membayar satu porsi bakso yang ia pesan.
"Eeee, biar aku aja yang bayar" sangkal Exel lalu mengeluarkan uang dari dompetnya.
"Aah, ga usah kan aku yang makan" ucap Dira mendorong pelan tangan Exel.
"Udah gapapa, aku traktir. tapi nanti gantian ya haha" canda Exel.
"Hee, ya udah deh, makasih ya" ucap Dira sembari memasukan uangnya lagi kedalam dompet. “Ya udah deh, sampai nanti” ucap Dira pada Exel diiringi senyum manis di wajahnya
"Hhe sipp, daaaah" Melambaikan tangan. "Aaah aku terpesona" ucap Exel dalam hati.
"Eeee, biar aku aja yang bayar" sangkal Exel lalu mengeluarkan uang dari dompetnya.
"Aah, ga usah kan aku yang makan" ucap Dira mendorong pelan tangan Exel.
"Udah gapapa, aku traktir. tapi nanti gantian ya haha" canda Exel.
"Hee, ya udah deh, makasih ya" ucap Dira sembari memasukan uangnya lagi kedalam dompet. “Ya udah deh, sampai nanti” ucap Dira pada Exel diiringi senyum manis di wajahnya
"Hhe sipp, daaaah" Melambaikan tangan. "Aaah aku terpesona" ucap Exel dalam hati.
Mereka
berdua pun berjalan berlawanan karena berbeda kelas. Selama pelajaran hingga
pulang sekolah, Exel selalu menunjukan ekspresi bahagia dimana bibirnya selalu tersenyum kecil sehingga membuat
Andrian dan Romi bertanya satu sama lain.
“Kenapa
tuh Exel?” Tanya Romi pada Andrian.
“Mana
gue tau, dari tadi senyum-senyum ga jelas” ucap Andrian.
“Eh
xel lo kenapa” Tanya Romi.
Exel
tidak menjawab dan hanya senyum-senyum melihat jendela.
“Wah
sakit ni orang, telpon ambulan ndri” ucap Romi pada Andrian.
“Yee
gak gitu juga kali rom” jawab Andrian.
*TAKKKKK*
pipi Exel ditampar Romi.
“Weyh
gila lo ya, ngapain lo nampar gue” Exel tersadar dari lamunan nya.
“Yee
lo yang gila senyum-senyum sendiri dari tadi, dah jam pulang niiii” ucap Romi.
“Hah
jam pulang? aduh gue duluan ya ada urusan mendadak ni” ucap Exel dengan
terburu-buru mengambil tas lalu meninggalkan kedua sahabatnya.
“Memang
sudah konslet temen kita” ucap Romi, menggelengkan kepala.
“Hmm
tau deh, ayo pulang rom” ajak Andrian.
"Ntar dulu ndri, temanin aku ke ruang guru dulu ya" ajak Romi sembari mengambil tas dari kursinya.
"Iya" balas Andrian.
"Ntar dulu ndri, temanin aku ke ruang guru dulu ya" ajak Romi sembari mengambil tas dari kursinya.
"Iya" balas Andrian.
Sementara itu Exel berlari-lari kecil menuju gerbang sekolah, ia melihat Dira
yang sudah berada di gerbang sekolah.
“Hay
dir, dah lama?” ucap Exel setengah mengambil nafas panjang.
“Hmm
12 menit sih, baru aja aku mau berangkat duluan” ucap Dira menjelaskan bahwa ia hampir pergi duluan.
“Aaa
iya sorry-sorry tadi ketiduran dikelas, untung dibangunin sama temen-temenku hhe”
bohong Exel.
"Kok kayak habis lari gitu?" tanya Dira.
"Iya, tadi lari-lari kesini. huft" Exel mulai bernafas normal lagi
"Kok kayak habis lari gitu?" tanya Dira.
"Iya, tadi lari-lari kesini. huft" Exel mulai bernafas normal lagi
“Hmm
yuk berangkat” ajak Dira.
“Oke”
Exel.
Tiba
di toko buku, Dira mencari-cari Novel yang genrenya sangat ia suka yaitu di rak khusus
Novel romansa, dia pun mendapatkan dua buku yang dia suka yang sudah ia cari tahu infonya dari sebuah situs internet dan dia bingung untuk
membeli salah satu dari buku tersebut dia pun menanyakan pada Exel untuk memilih antara novel berjudul Winter love atau Summer love.
"Exel, menurut kamu bagusan novel yang ini" menunjukan Winter love. "atau yang ini" menunjukan Summer love.
"Exel, menurut kamu bagusan novel yang ini" menunjukan Winter love. "atau yang ini" menunjukan Summer love.
“Eh,
aku kurang tau sih kalau Novel romansa kayak gitu" jawab Exel. "memang kamu gak baca refrensi dulu sebelum milih novel dir?” tanya Exel balik.
"Aku baca sih dari situs internet, ceritanya kalau Winter love ini" menunjukan novel Winter love "novel ini menceritakan kalau si cowo menyukai si cewe setelah melalui beberapa kejadian yang mereka alamin bersama. tetapi ada suatu batasan yang membuat mereka tak bisa bersatu" "nah kalau ini" menunjukan novel Summer love "menceritakan kalau si cewe sangat mendambakan seorang cowo yang berprofesi sebagai artis, entah kenapa mereka bertemu di suatu hari. dan mereka mengalami kejadian-kejadian selalu bersama dan mereka mempunyai rasa suka satu sama lain." setelah menerangkan novel Summer love, ia mengangkat kedua novel tersebut "singkat penjelasan Winter love mempunyai sad ending sedangkan Summer love mempunyai Happy ending"
"Hmm, kalau menurutku kamu pilih Summer love aja, yang mempunyai Happy ending" usul Exel
"iih tapi aku bingung, karena yang aku baca refrensi nya cerita dari Winter love ini sangat menyentuh banget, novel ini mampu membuat kita merasakan betapa sakit nya sebuah kata bernama cinta" ucap dira sembari melihat kedua novel tersebut.
"Ya udah, kamu pikir aja dulu"
"Hmm, iya deh aku pikir dulu"
"Eee dir aku mau ke rak komik bentar ya" ucap Exel melihat rak komik
"Oh, oke"
"Aku baca sih dari situs internet, ceritanya kalau Winter love ini" menunjukan novel Winter love "novel ini menceritakan kalau si cowo menyukai si cewe setelah melalui beberapa kejadian yang mereka alamin bersama. tetapi ada suatu batasan yang membuat mereka tak bisa bersatu" "nah kalau ini" menunjukan novel Summer love "menceritakan kalau si cewe sangat mendambakan seorang cowo yang berprofesi sebagai artis, entah kenapa mereka bertemu di suatu hari. dan mereka mengalami kejadian-kejadian selalu bersama dan mereka mempunyai rasa suka satu sama lain." setelah menerangkan novel Summer love, ia mengangkat kedua novel tersebut "singkat penjelasan Winter love mempunyai sad ending sedangkan Summer love mempunyai Happy ending"
"Hmm, kalau menurutku kamu pilih Summer love aja, yang mempunyai Happy ending" usul Exel
"iih tapi aku bingung, karena yang aku baca refrensi nya cerita dari Winter love ini sangat menyentuh banget, novel ini mampu membuat kita merasakan betapa sakit nya sebuah kata bernama cinta" ucap dira sembari melihat kedua novel tersebut.
"Ya udah, kamu pikir aja dulu"
"Hmm, iya deh aku pikir dulu"
"Eee dir aku mau ke rak komik bentar ya" ucap Exel melihat rak komik
"Oh, oke"
“sip, bentar kok” ucap Exel yang langsung pergi ke rak komik.
“Iya
iya” ucap Dira yang masih membaca sinopsis yang ada di belakang kedua novel.
Exel
pergi ke rak komik untuk melihat-lihat beberapa episode komik kesayangannya yaitu doraemon, setelah
melihat beberapa episode yang belum dimiliki Exel, Dira menepuk pundak Exel
dari belakang.
“Hey!!”
ucap Dira.
“Eh
bikin kaget aja ni” Exel terkaget.
“Haha,
lagi liatin apa nih" tanya Dira. "Doraemon?" tanya dira lagi menyipitkan sebelah mata. "hmm, aku juga suka loh” canda Dira sembari tertawa kecil.
"Iya doraemon" Exel lalu menunjuk setumpuk komik doraemon. “Siapa coba yang ga suka komik Doraemon, dengan adanya keluguan nobita serta usilnya giant
dan suneo bisa bikin pembacanya terhibur, apalagi kalau Doraemon mengeluarkan alat-alat ajaibnya” jelas Exel semangat sembari mengambil satu buku komik doraemon dari rak.
“Haha
semangat banget si jelasin doraemon nya” canda Dira sembari menutup mulutnya karena tertawa.
“yee jangan ngeledek dong" ucap Exel mengerinyitkan sebelah mata.
"iya iya maaf"
"by the way jadi novelnya?” Tanya Exel.
"iya iya maaf"
"by the way jadi novelnya?” Tanya Exel.
“Jadi
dong, aku pilih Winter love aja” jelas Dira.
“Kenapa Winter love” sembari memegang novel Winter love Exel bertanya.
“Hmm gapapa, aku penasaran aja dengan apa yang menjadi batasan cinta sepasang kekasih dalam novel ini“ jelas Dira.
“Hee, gitu” bengong Exel. "mungkin batasannya karena tembok yang menghalangi mereka kali haha" canda Exel
“Bisa aja kamu, yuk ke kasir” ajak Dira diiringi tawa kecil karena guyonan Exel.
“yuk”
Tiba
di kasir.
“Kamu
gak beli xel? Tanya Dira.
“Nggak
deh kapan-kapan aja”
Setelah
membayar novel seharga 76 ribu, Exel mengajak Dira makan di sebuah Restoran
cepat saji. yang berada di dekat toko buku tersebut
“Dir
laper nih makan yuk” ajak Exel.
“Dimana?”
“McD yang disitu
aja gimana?” usul Exel sembari menunjuk restoran tersebut.
“Hmm
oke deh, kamu traktir yaaa” pinta Dira.
“Eeeee"
"iya deh, apasih yang nggak kalau sama kamu” canda Exel.
Tiba
di Mcd mereka memesan paket dua dengan dua pesanan. Dengan mulut yang masih menyumpal makanan….
“Eh
dir tukaran id sosmed yuk, biar bisa ngobrol-ngobrol dari kejauhan” Exel mengajak
tukaran id sosmed pada Dira.
“Telan
dulu kali makanan nya xel" Dira mengingatkan. "id sosmed apaan?” Tanya Dira.
*Glekglek*
Exel langsung meminum soft drinknya agar makanan dimulutnya cepat masuk kedalam perut.
“Ya
id sosmed kayak twitter atau facebook atau line atau apalah pokoknya semacam ituuu”
jelas Exel.
“Oh
kalau facebook aku ga ada soalnya banyak orang narsis sih, aku cuman punya line
sama twitter aja" jelas Dira. "nih” melihatkan layar smartphone yang Dira pegang
ke arah Exel.
“Hmm,
bentar-bentar” Exel mengeluarkan smartphone nya lalu mengetik id Dira di
pencarian teman dalam aplikasi sosmed line dan twitter.
“Yap sudah,
follow back dong” pinta Exel.
“Iya
iya” ucap Dira.
momen
saat itu di akhiri dengan Exel mengantar Dira pulang menggunakan taksi burung
biru. Setelah sampai depan rumah Dira tepatnya di depan pagar.
“Dir
makasih ya hari ini” Exel tersenyum puas.
“Aku
lagi yang harus terimakasih ke kamu udah mau nemanin aku haha” ucap Dira membalas
senyum Exel.
“Oke
deh sampai ketemu besok” ucap Exel.
“Take
care xel” ucap Dira dengan tatapan hangat.
Ketika
pintu taksi ditutup dan mobil beroda empat itu pergi menjauh dari rumah Dira.
Tiba–tiba………….
-TO BE CONTINUED-


