Sabtu, 29 November 2014

UNTITLED ... (3)



Lanjutan....

          “Pagi…..” sapa Exel kepada dua sahabatnya dengan mata yang masih lelah setelah tak bisa tidur karena memikirkan apa yang akan di lakukan ketika bertemu dengan Dira hari ini.

          “Pagi” balas Romi dan Andrian yang selalu datang lebih pagi dari Exel.

          “Tumben lebih telat dari biasanya xel” Tanya Andrian kepada Exel.

          “Iya nih mata lo juga kayak masih lelah banget, kenapa bro?” Romi kepo.

          “Nggak tau nih gue ga bisa tidur tadi malem, tadi aja baru bisa tidur jam 3 pagi” jawab Exel.

          “Lo kena Amnesia kali xel” ucap Romi.

          “Insomnia kali sob, ahh bodoh kali kau hha” canda Andrian.

       “Ya mungkin itulah bro, oh ya ada tugas gak hari ini?” Tanya Exel yang memang kurang peka dengan tugas-tugas sekolah.

          “Ada nih tugas dari pak zul, lo belum ngerjain sob? Mampus lu” Andrian menakuti Exel.

          “Hah serius tugas pak zul? Mati aku, tugas apaan? Liat dong” Exel jadi panik, matanya jadi segar karena dia tau sebentar lagi pak zul akan masuk.

          “Santai bro ni tugasnya" Romi menjulurkan tugasnya. "karang tu tentang sejarah Samarinda dan harus lebih dari 3 halaman haha” ledek Romi sambil menggoyang goyangkan kertas tugasnya.

          Sementara Exel sedang menulis tugasnya, di ruang guru pak zul berdiri dari kursinya lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut untuk masuk di kelas ipa 3. Romi dan Andrian yang berada di luar kelas melihat pak zul berjalan menuju kelasnya, mereka langsung masuk kelas dengan berlari dan Berteriak.

          “Pak Zul pak Zul, siap-siap guys” memberitahu teman-teman sekelas dan tentunya membuat Exel makin panik bukan main.

          “Aaaaaaa gila baru satu halaman lagi, sembarangan aja sudah pake cerita-cerita yang aneh-aneh aja... bodo amat” Exel berdumel sendiri.

          Andrian dan Romi yang tempat duduknya dekat dari Exel.

          “Eh xel belum kelar” Tanya Romi.

          Exel hanya diam, dia fokus pada tugasnya.

          “Dah diam aja rom, kasian Exel biar dia fokus sama tugasnya” ucap Andrian.

          Pak Zul pun masuk ke dalam kelas Ipa 3 kelas Exel,Andrian dan Romi dengan arogan mengeluarkan aura tegasnya hingga membuat siswa di dalam kelas menjadi gugup dan segan pada guru tersebut. Tanpa basa basi pak Zul pun duduk di kursinya dan langsung meminta tugas yang dimintanya minggu lalu.

          “Yak mana tugasnya, yang tidak buat tugas silahkan berdiri” tegas guru tersebut.

          “Yap selesai” teriak Exel tanpa disadarinya.

          “sssssssttttt” sahut Teman-teman sekelas Exel.

          “Bodohnya kamu xel” bisik Romi.

          “yak kamu" tunjuk pak zul pada Exel. "Kenapa kamu baru selesai, coba sini” tegur pak Zul kepada Exel.

          “Aih mati aku” gumam Exel.

          Ketika itu, Exel langsung maju kedepan dan memberikan tugasnya sendiri dan langsung diperiksa oleh pak Zul pada saat itu juga.

           "Silahkan duduk" setelah menerima tugas Exel pak Zul meminta Exel kembali di tempat duduknya.
 
             Setelah pak Zul membaca-baca tugasnya Exel yang tidak karuan itu…..

            “Yak Exel maju kedepan” tegur Pak Zul kepada Exel.

            Exel pun maju dengan perasaan sangat gugup, ketika berada di depan pak Zul keringat dingin keluar dari wajah dan tubuhnya.

          “Kamu tau kesalahan kamu?” Tanya pak Zul.

          “Eh anu pak……” Exel bingung menjawab.

          Apakah kamu tau kesalahan kamu” kali ini nada pertanyaan pak Zul makin keras.

          “Eh iya pak” jawab Exel pelan.

          “Kamu sudah main-main sama saya, mempermainkan tanggung jawab mu sebagai siswa apalagi di pelajaran saya, luar biasa ternyata kamu” ucap pak Zul dengan Tegas.

          Exel pun hanya bisa tertunduk takut.

        “Sekarang kamu berdiri di depan, disana di dekat papan tulis lalu tubuhmu menghadap teman-temanmu, nanti minggu depan bersihkan tugasmu yang tidak karuan ini lalu kerjakan tugas baru yang akan saya berikan hanya untuk kamu” ucap pak Zul dengan aura Arogannya sebagai guru.

          “mampus lah gua” ucap Exel dalam hati. “Siap pak” jawab Exel dengan kepala yang masih tertunduk.

          Setelah menyelesaikan urusan dengan Exel, pak Zul menerangkan materi hari itu dengan ditutup nasihat singkat yang menjelaskan bahwa kita tak boleh mempermainkan apapun yang menjadi tanggung jawab yang telah diberi seseorang pada kita karena itu kita harus serius pada apapun yang menyangkut dengan urusan tanggung jawab. Siswa yang berada dikelas pun mengangguk-angguk paham setelah pak Zul menanyakan apakah semua mengerti. Ketika Bel istirahat berbunyi pak Zul langsung keluar dan Exel pun bebas dari hukuman berdirinya, Exel pun menuju kursinya lalu Andrian dan Romi menghampiri Exel.

          “Mau kemana lo xel?” Tanya Andrian.

          “Ya mau duduk lah capek tau bediri mulu” jawab Exel.

          “Udah deh mending langsung cabut kantin, dah laper ni, sekalian duduk-duduk disana aja” ajak Romi.

          “Ahh oke deh” gumam Exel.

          Di perjalanan menuju kantin Exel teringat akan janjinya bersama Dira kalau dia ingin bertemu di kelas Dira, tetapi berhubung Exel capek dan lapar dia memutuskan ikut dulu bersama dua sahabatnya untuk makan di kantin. Tiba di kantin mereka duduk di satu kursi panjang kosong dekat dengan stan batagor.

          “Bang batagor satu porsi ga pedes pake juga siomay ye” teriak Romi kepada abang-abang batagor.

          “Ya elah ga usah teriak juga kali rom” bisik Andrian.

          “Bang Batagor juga ye pedes bangett” teriak Exel kepada abang batagor.

          “Ah lo bedua kenapa jadi teriak-teriak si” risih Andrian.

          “Lo gak makan Ndri?” Tanya Romi.

          “Gak gue lagi puasa bro” jawab Andrian.

          “Eh ngomong-ngomong gimana lo xel, bisa ngerjain tugas yang dikasi pak zul nanti, banyak loh” Tanya Romi pada Exel.

          Ternyata Exel melamun sehingga tidak mendengar pertanyaan Romi.

          “Woi!!!” dorong Romi pada Exel.

          “Eh iya sorry, apaan?” Exel bingung.

          “Ah elo, ngelamunin apaan sih?” Tanya Romi.

          “Nggak ada, gue capek aja tadi” jawab Exel berbohong yang sedang ngelamunin Dira.

          Tiba makanan yang mereka pesan datang, mereka pun langsung memakan dengan lahap sedangkan Andrian hanya melihat kedua temannya saja tidak ikut makan karena sedang puasa. Tiba-tiba Dira lewat di depan Exel tetapi Andrian dan Romi tidak melihat, Dira menuju kursi kosong dekat dengan stan bakso.

          “Wah ada Dira tuh, sendiri lagi” ucap Exel dalam hati.

          Exel pun berencana mendekati Dira tetapi tentu saja tanpa diketahui oleh kedua temannya.

          “Eee guys……………..”

      
    -TO BE CONTINUED-
@N_ShaniJKT48 ^^

Senin, 17 November 2014

Bidak Catur, Sangkar dan Kebebasan

Aku tak tau.. Hidup ini seperti bidak catur, dimana orang didalamnya harus mengikuti aturan yang tak akan pernah bisa ditolak, pindahan-pindahan anak catur ini seperti gerakan tubuh yang dipaksa untuk melangkah, aku seakan bergerak mengikuti alur takdir yang tak pernah disetujui, dunia seperti permainan yang kejam dan tak adil dimana aku terus berada didalam putih-hitam bidak catur; diatur, dipindah, dihambur, terbuang, diatur kembali dan begitu seterusnya.

Mengelak pun tak mampu, aku terus berputar dalam bidak catur yang sama sekali tak kupahami, aku terus berada dalam kepura-puraan. Menampilkan senyum palsu, merasakan luka basah yang tidak akan pernah kering, sendirian..

Ini seperti cerita yang kau buat untukku; burung dalam sangkar. Seperti papan catur juga, aku tak bisa bebas dari aturan yang selalu mengikat kuat.

Kau bilang akan membebaskanku dari sangkar yang menahun menjebak tubuh kecilku ini, belum sempat kau mengajariku bebas, kau malah sibuk membebaskan manusia lain, kemana kau pemilik janji? Kau tak peduli pada akhir cerita yang telah kau tulis sendiri, bahkan kau telah memulai cerita baru dengan yang lain. Kenapa kau harus memulai membuat cerita untukku kalau tak sampai pada kebebasan yang sesungguhnya, cerita yang kau buat malah membuatku terikat dalam sangkar yang didalamnya berisi bidak catur.

Ado&Arin
Arindaika.blogspot.com

Minggu, 16 November 2014

UNTITLED… (2)



Lanjutan....

          “Eh dir……….” Exel memanggil Dira dengan suara yang agak parau.

          “Iya?”  Dira menoleh kearah Exel.

          Exel Berdehem untuk menghilangkan suara paraunya.

          “Ehem ehem” akhirnya suara Exel kembali normal.

          “Hemm, siapa ya?” Dira bertanya pada Exel.

          “Hah dia ga tau gue, yang bener aja gue kan yang paling ganteng disekolah walau diantara Romi sama Andrian aja sih” bicara Exel dalam hatinya.

          “Gue Exel anak ipa 3 kita seangkatan dir…” ucap Exel menjelaskan.

          Dira……. dia adalah cewek tercantik di angkatan Exel, Andrian, dan Romi cewek kelas Ipa 10 ini lumayan pintar dan wajahnya pun sangat manis, hari ini tanggal 10 November 2014 momen yang sangat-sangat ditunggu Exel, Andrian, dan Romi pun datang dimana mereka bisa melakukan Pendekatan dengan Dira dan momen itu dijalani Exel yang melakukannya duluan karena kedua sahabatnya belum siap saat itu.

          “Exel?, Ipa 3?” Dira masih bingung.

          “Hemm, kamu kayaknya jarang keluar kelas ya?” Exel menebak, padahal Exel tau.

          “iya aku memang jarang keluar kelas, karena lebih enak dikelas sih… hmm ada apa ya?” Dira yang bingung dengan Exel yang tiba-tiba menyapanya.

          “Oh gitu, nggak kita kan tadi ketemu di ruangan alam dan kamu jatuhin inimengambil pulpen dikantong celana, lalu Exel menunjukan pulpen tersebut ke Dira.

          “Pulpen? aku gak bawa pulpen tuh?” Dira bingung.

          “Masa sih? Hmm by the way kamu sekarang mau kemana nih dir” Exel mengalihkan topik.

          “Emm mau pulang” ucap Dira.

          “Eeeeeee masa pulang baru jam segini kok, eh temanin aku yuk ke ruangan alam yang tadi, ada yang mau aku tanyakan tentang lukisan disana” Exel mengajak dengan nada agak tinggi.

          "Aduh jangan nyaring-nyaring dong suaranya, iya deh ayo" jawab Dira yang memang orangnya sangat Fleksibel, lalu mengikuti ajakan Exel.

            "lagian aku juga masih mau liat-liat lukisan, tadi mau pulang karena ga ada teman aja” ucap Dira sembari jalan di sebelah Exel diikuti senyuman manis di wajahnya.

          “Awal yang bagus ni” dalam hati Exel.

         Sementara Andrian dan Romi dikejauhan bersembunyi sembari memegang Stopwatch atau pengatur waktu untuk menghitung lama Pdkt Exel dengan Dira. Tiba diruang lukisan alam, Exel langsung menunjuk lukisan tentang bunga violet.

          “Indah ya?” kata tunjuk Exel memuji.

          “Iya indah banget” jawab Dira. " Apa karena aku suka banget dengan warna violet" Gumam Dira yang melamun dan tanpa disadarnya memberitahu Exel warna yang dia suka.

          Wah sama dong aku juga suka warna violet” bohong Exel yang menyukai warna hitam.

          Dira yang tersadar dari lamunannya “Masa iya ada cowok suka warna violet hha” canda Dira.

          “Ada dong tepatnya di samping kamu" menunjuk diri sendiri. "lagian indah lukisan ini masi indahan kamu kok hha” gombal Exel.

          “Bisa aja kamu” mendorong pelan Exel.

          Oh ya memang kenapa kamu sendiri disini sih dir?” Tanya Exel Basa Basi.

          “Tadi kan aku bilang ga ada temen….” Jawab Dira.

          “hmm, kenapa gak ajak teman kamu aja?” Exel kembali bertanya.

         “Sudah aku ajak sih cuman mereka ga suka di tempat yang kayak gini, mereka lebih suka tempat seperti mall, cafe, yang kayak gitu-gitu deh” jawab Dira dengan nada agak kesal.

           "Ya udah, gapapa kan yang penting ada aku sekarang temenin kamu hhe" ucap Exel.

             "Tapi telat, aku udah lama disinii" ucap dira dengan menggembungkan pipinya.

             "Ya kan aku baru liat kamu kalau ada disini, aku udah lama juga disini tau" Exel ikut-ikut menggembungkan pipi.

             "Apaan sih, kok ikut-ikut haha" tawa Dira. 

          “keren nih cewek, baru kenal tapi udah bisa ngomong sepanjang ini sama gue” dalam hati Exel.

          Exel sadar waktu ngobrolnya sudah hampir 10 menit, dia pun….

          “Oh ya dir, aku lupa ada janji sama temenku aku duluan ya” kata Exel.

          “Hmm gitu ya, aku juga kayaknya udah dijemput” ucap Dira.
 
          “Waduh gimana Andrian sama Romi ni” Exel panik dalam hatinya. Hmm, kalau gitu ayo keluar dari sini” ajak Exel keluar gedung bersama Dira.

          Sementara Romi dan Andrian yang berada di kejauhan.

          “Loh loh itu Dira sama Exel mau kemana?” Romi bingung.

          “iya bukannya udah habis ya waktunya Exel” ucap Andrian.

          “Ndri coba lo Misscall si Exel beri dia tanda kalau waktunya habis” ucap Romi dengan nada agak keras.

          “Oke oke santai dulu rom” Andrian menenangkan Romi.

          Beberapa kali miscall Andrian tidak di respon Exel, sementara itu di luar gedung.
          “Eh Exel makasih ya udah temenin liat lukisan walau sebentar tadi, itu aku udah di jemput, duluan ya” ucap Dira manis kepada Exel.

          “Eh iya sama-sama aku lagian yang mau terimakasih ke kamu udah mau ngobrol sama aku, hmm kalau besok ketemuan di sekolah bisa?” pinta Exel yang ingin melanjutkan kondisi seperti ini.

          “Hmm, datang aja ke kelasku besok” sahut Dira yang sambil berlari menuju mobil berwarna hitam.

          Setelah itu Mobil warna hitam yang ditumpangi Dira pergi menjauh meninggalkan gedung, Exel yang teringat kedua sahabatnya langsung menunjukan rasa takut dengan kedua sahabatnya ia pun mengatur alasan dan mencoba menenangkan diri. Lalu Exel mengambil handphone nya lalu menelpon kedua sahabatnya untuk meminta mereka keluar gedung.

          “Eh lo dimana sialan, dah lebih 10 menit ini” bentak Romi dalam telpon.
          “Sabar bro sabar, mending kalian keluar deh, gue juga lagi bingung ini” ucap Exel hati hati.

          “Oke deh” Romi mengalah lalu menutup handphone nya.

          “Apa kata Exel” Tanya Andrian.

          “Ga tau juga, katanya kita disuruh keluar ndri” ucap Romi.
:
          “Hmm, ayo keluar dari sini” ajak Andrian.

          Sesampai diluar Romi langsung membentak habis-habisan Exel.

          “Eh xel lu kok gitu sih, lo yang buat perjanjian lo yang ngelanggar, maksud lo apa? Ucap Romi dengan nada kesal karena kejadian itu.

          “Iya xel ga Konkrit banget sih kamu?” timpal Andrian marah juga tapi tidak mengeluarkan emosi.

          Guys guys santai dong, kejadian ini tu diluar kendali gue” Exel memelas.

          “Maksud lo” bentak Romi.

          Ya gue tadi itu udah mau berhenti pas hampir 10 menit waktu gue, gue taulah kalo kalian juga mau pdkt sama Dira, tapi tiba-tiba dia udah di jemput tadi, ya gue juga gak bisa apa-apa guys” jujur Exel dengan nada hati-hati.

          Loh tapi kan perjanjiannya jangan sampai dia pulang, lo sendiri kan yang bilang” ucap Romi dengan nada yang masih keras.

            Exel hanya tunduk pasrah.

          Lalu……….ditegur satpam yang tadi .

          “Woi kalo mau ribut jangan disini, mau saya usir kalian?” teriak Satpamnya.

         Ya udah deh guys, kita ribut di tempat lain aja” pinta Andrian kepada dua sahabatnya karena andrian tidak ingin membuat kekacauan di sana.

          “Oke deh” Romi mengalah. "kita ke taman sekolah" ajak Romi.

          mereka bertiga pun menuju sekolah dengan berjalan kaki. Romi jalan paling depan karena tidak sabar ingin marah pada Exel. Andrian berada di tengah, takut kalau Romi tiba-tiba meluapkan amarah kepada Exel di jalan. Sedangkan Exel sendiri berada di paling belakang mengikuti kedua temannya, diikuti perasaan sangat bersalah.

          Tempat ribut pun berubah menjadi di taman sekolah.

          “Jadi gimana ni xel, masa lo aja yang PDKT sama dia” ucap Romi dengan nada tinggi.

          “Gue sih juga ga tau rom, karena bener bener diluar kendali gue tadi jujur Exel.

         "Terus ngapain lo tadi keluar sama dia?"  tanya romi kesal.

         "Ya mau gimana lagi, mau gak mau gue harus nemanin dia sampai di luar, toh kalau aku gak nemanin dia, kalian juga gak bakal bisa dekatin dia." jelas Exel dengan nada lumayan tinggi.

         "Tapi itu namanya lo udah ngelanggar aturan yang lo buat" balas Romi.

         "Oke gue tau, gue minta maaf rom" ucap Exel terdengar kesal karena dituduh seperti ini. 

          Andrian melihat pemandangan taman sekolah karena dia hanya bisa diam ga tau mesti ngomong apa dengan sahabatnya.

          “Gimana ni, itu kan satu-satunya momen gue bisa Pdkt sama Dira” ucap Romi yang mulai memelas dan bersandar dibawah pohon.

          “Sabar rom, pasti ada momen seperti itu lagi kok” ucap Exel.

          Lo si enak xel sudah ganteng sudah bisa ngomong sama dia, lah gue hanya siswa biasa yang hebat melukis tapi ga pernah dapat pujian dari teman teman sekolah terhadap lukisan-lukisan gue” balas Romi yang frustasi.

          Andrian akhirnya membuka suara untuk menyemangati Romi.

          “Sabar rom, kan ada kita berdua yang suka memuji lukisan-lukisan lo, ya ga xel?” ucap Andrian sembari menepuk pundak Romi.

          Bener tu rom apa yang dikatakan Andrian” Exel sependapat dengan Andrian lalu menepuk pundak Romi yang satunya.

          “Lagian ni rom, masi banyak kok cewek cantik di sekolah kita” ucap Andrian.

          “Emang lo ga nyesel ndri ga bisa Pdkt sama Dira gara-gara Exel?” Tanya Romi.

          “Gak lah, gue ikhlas dengan tu Dira mau diambil Exel atau kamu rom, gue fokus belajar buat masuk Univ yang gue mau, karena belajar itu pacar gue” bangga Andrian.

          “Ahaha bisa aja lo ndri” Romi mendorong kecil Andrian dan mulai tertawa.

          “Gitu dong rom bahagia, kita kan sahabat masa kelahi” canda Andrian.

          Sementara itu Exel di sebelah Romi mulai menjulurkan tangannya untuk meminta maaf pada Romi dan Andrian.

          “Maaf rom, maaf ndri” pinta Exel.

          “Hmm, oke deh tapi next time kalau ada kesempatan lagi, gue duluan ya” ucap Romi dengan menjabat tangan Exel.

          “Bisa diatur bro” ucap Exel dengan nada canda.

          Akhirnya saat itu mereka bertiga tak ada perselisihan lagi dan siang tersebut ditutup dengan ketiganya saling merangkul satu sama lain sembari menatap sekolah mereka.

          Ke esokan harinya………

-TO BE CONTINUED-

Dira nih haha @N_ShaniJKT48