Lanjutan....
“Pagi…..” sapa Exel kepada dua sahabatnya
dengan mata yang masih lelah setelah tak bisa tidur karena memikirkan apa yang
akan di lakukan ketika bertemu dengan Dira hari ini.
“Pagi”
balas Romi dan Andrian yang selalu datang lebih pagi dari Exel.
“Tumben
lebih telat dari biasanya xel” Tanya Andrian kepada Exel.
“Iya
nih mata lo juga kayak masih lelah banget, kenapa bro?” Romi kepo.
“Nggak
tau nih gue ga bisa tidur tadi malem, tadi aja baru bisa tidur jam 3 pagi” jawab Exel.
“Lo
kena Amnesia kali xel” ucap Romi.
“Insomnia
kali sob, ahh bodoh kali kau hha” canda Andrian.
“Ya
mungkin itulah bro, oh ya ada tugas gak hari ini?” Tanya Exel yang memang
kurang peka dengan tugas-tugas sekolah.
“Ada
nih tugas dari pak zul, lo belum ngerjain sob? Mampus lu” Andrian menakuti
Exel.
“Hah
serius tugas pak zul? Mati aku, tugas apaan? Liat dong” Exel jadi panik, matanya jadi segar karena dia tau
sebentar lagi pak zul akan masuk.
“Santai
bro ni tugasnya" Romi menjulurkan tugasnya. "karang tu tentang sejarah Samarinda dan harus lebih dari 3 halaman haha” ledek Romi
sambil menggoyang goyangkan kertas tugasnya.
Sementara
Exel sedang menulis tugasnya, di ruang guru pak zul berdiri dari kursinya lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut
untuk masuk di kelas ipa 3. Romi dan Andrian yang berada di luar kelas melihat pak zul berjalan menuju kelasnya, mereka langsung
masuk kelas dengan berlari dan Berteriak.
“Pak
Zul pak Zul, siap-siap guys” memberitahu teman-teman sekelas dan tentunya
membuat Exel makin panik bukan main.
“Aaaaaaa
gila baru satu halaman lagi, sembarangan aja sudah pake cerita-cerita yang aneh-aneh aja... bodo
amat” Exel berdumel sendiri.
Andrian
dan Romi yang tempat duduknya dekat dari Exel.
“Eh
xel belum kelar” Tanya Romi.
Exel
hanya diam, dia fokus pada tugasnya.
“Dah
diam aja rom, kasian Exel biar dia fokus sama tugasnya” ucap Andrian.
Pak
Zul pun masuk ke dalam kelas Ipa 3 kelas Exel,Andrian dan Romi dengan arogan mengeluarkan aura tegasnya hingga membuat siswa di dalam kelas menjadi gugup dan segan pada guru tersebut. Tanpa basa basi
pak Zul pun duduk di kursinya dan langsung meminta tugas yang dimintanya minggu lalu.
“Yak
mana tugasnya, yang tidak buat tugas silahkan berdiri” tegas guru tersebut.
“Yap
selesai” teriak Exel tanpa disadarinya.
“sssssssttttt”
sahut Teman-teman sekelas Exel.
“Bodohnya
kamu xel” bisik Romi.
“yak kamu" tunjuk pak zul pada Exel. "Kenapa
kamu baru selesai, coba sini” tegur pak Zul kepada Exel.
“Aih mati aku” gumam Exel.
Ketika
itu, Exel langsung maju kedepan dan memberikan tugasnya sendiri dan langsung diperiksa oleh pak Zul pada
saat itu juga.
"Silahkan duduk" setelah menerima tugas Exel pak Zul meminta Exel kembali di tempat duduknya.
Setelah pak Zul membaca-baca tugasnya Exel yang tidak karuan itu…..
"Silahkan duduk" setelah menerima tugas Exel pak Zul meminta Exel kembali di tempat duduknya.
Setelah pak Zul membaca-baca tugasnya Exel yang tidak karuan itu…..
“Yak
Exel maju kedepan” tegur Pak Zul kepada Exel.
Exel pun
maju dengan perasaan sangat gugup, ketika berada di depan pak Zul keringat dingin keluar dari wajah dan tubuhnya.
“Kamu
tau kesalahan kamu?” Tanya pak Zul.
“Eh
anu pak……” Exel bingung menjawab.
“Apakah kamu tau kesalahan kamu” kali ini nada pertanyaan pak Zul makin keras.
“Eh
iya pak” jawab Exel pelan.
“Kamu
sudah main-main sama saya, mempermainkan tanggung jawab mu sebagai siswa
apalagi di pelajaran saya, luar biasa ternyata kamu” ucap pak Zul dengan Tegas.
Exel
pun hanya bisa tertunduk takut.
“Sekarang
kamu berdiri di depan, disana di dekat papan tulis lalu tubuhmu menghadap teman-temanmu, nanti minggu depan bersihkan tugasmu yang tidak karuan ini
lalu kerjakan tugas baru yang akan saya berikan hanya untuk kamu” ucap pak Zul dengan aura Arogannya sebagai guru.
“mampus lah
gua” ucap Exel dalam hati. “Siap
pak” jawab Exel dengan kepala yang masih tertunduk.
Setelah menyelesaikan urusan dengan Exel, pak Zul menerangkan materi hari itu
dengan ditutup nasihat singkat yang menjelaskan bahwa kita tak boleh mempermainkan apapun yang
menjadi tanggung jawab yang telah diberi seseorang pada kita karena itu kita harus
serius pada apapun yang menyangkut dengan urusan tanggung jawab. Siswa yang
berada dikelas pun mengangguk-angguk paham setelah pak Zul menanyakan apakah semua
mengerti. Ketika Bel istirahat berbunyi pak Zul langsung keluar dan Exel pun
bebas dari hukuman berdirinya, Exel pun menuju kursinya lalu Andrian dan Romi menghampiri Exel.
“Mau
kemana lo xel?” Tanya Andrian.
“Ya
mau duduk lah capek tau bediri mulu” jawab Exel.
“Udah
deh mending langsung cabut kantin, dah laper ni, sekalian duduk-duduk disana
aja” ajak Romi.
“Ahh
oke deh” gumam Exel.
Di
perjalanan menuju kantin Exel teringat akan janjinya bersama Dira kalau dia
ingin bertemu di kelas Dira, tetapi berhubung Exel capek dan lapar dia
memutuskan ikut dulu bersama dua sahabatnya untuk makan di kantin. Tiba di
kantin mereka duduk di satu kursi panjang kosong dekat dengan stan batagor.
“Bang batagor satu porsi ga pedes pake juga siomay ye” teriak Romi kepada abang-abang batagor.
“Ya
elah ga usah teriak juga kali rom” bisik Andrian.
“Bang
Batagor juga ye pedes bangett” teriak Exel kepada abang batagor.
“Ah
lo bedua kenapa jadi teriak-teriak si” risih Andrian.
“Lo
gak makan Ndri?” Tanya Romi.
“Gak
gue lagi puasa bro” jawab Andrian.
“Eh
ngomong-ngomong gimana lo xel, bisa ngerjain tugas yang dikasi pak zul nanti,
banyak loh” Tanya Romi pada Exel.
Ternyata
Exel melamun sehingga tidak mendengar pertanyaan Romi.
“Woi!!!”
dorong Romi pada Exel.
“Eh
iya sorry, apaan?” Exel bingung.
“Ah
elo, ngelamunin apaan sih?” Tanya Romi.
“Nggak ada, gue capek aja tadi” jawab Exel berbohong yang sedang ngelamunin Dira.
Tiba
makanan yang mereka pesan datang, mereka pun langsung memakan dengan lahap sedangkan
Andrian hanya melihat kedua temannya saja tidak ikut makan karena sedang puasa.
Tiba-tiba Dira lewat di depan Exel tetapi Andrian dan Romi tidak melihat, Dira menuju kursi kosong dekat dengan stan bakso.
“Wah
ada Dira tuh, sendiri lagi” ucap Exel dalam hati.
Exel
pun berencana mendekati Dira tetapi tentu saja tanpa diketahui oleh kedua temannya.
“Eee
guys……………..”



0 komentar:
Posting Komentar