Ceritanya dari mana ya ...............
Seandainya lagu yang membuat nilai seni budaya ku menjadi tinggi saat duduk dibangku sekolah menegah atas kelas XII, lagu pertama yang kalian dengar di halaman Blog ku walau hanya isntrumentalnya, lagu yang memang kehidupan aku banget *ga percaya? sumpah beneran ...liriknya memang kehidupan cinta ku banget hhe*
Pembuatan lagu ini relatif lama pertama aku yang membuat nada dari lagu ini selama 2 jam itupun masi belum mendapatkan lirik yang pas, pendapatan lirik diberikan oleh karin teman satu kelompok ku setelah membaca lirik tersebut aku hanya tertawa-tertawa saja tapi setelah aku mencoba dengan nada yang keluar dari gitarku ternyata pas, entah kenapa setiap bait dalam penggalan lirik membuat ku teringat akan kehidupan cinta yang memang aku alamin ,akupun bertanya pada karin darimana dia mendapatkan lirik tersebut dan dia jawab hanya asal-asalan yang ia ketik apa yang ada dalam pikirannya, dalam pikiranku mungkin karin pernah jadi peramal hha *peace* ..... lagu ini pun di perbagus oleh teman saya bernama iyal tapi karena dia lebih tua dari saya tak lupa saya ucapkan kata "Kak" sebelum memanggil namanya untuk lebih sopan aja sih ,hingga jadilah lagu seandainya yang kalian dengar di youtube atau soundcloud ku hha
Aku memang bukan pencerita yang baik ,makanya kalau ada saran aku sangat berterimakasih bila kalian mau menulisnya di comment ^^
skip to main |
skip to sidebar
Instagram
Sabtu, 27 September 2014
Blog Archive
Smansa 58. Diberdayakan oleh Blogger.
About Me
- Perlu kembali dalam riuh itu
- Hai disini ado, kalian akan mengenal saya sebagai orang yang baik kalau kalian baik, temani saya melalui instagram : Rachmadaditya twitter : rchmdaditya
Pengikut
hay
Blog Archive
Cari Blog Ini
-
Setelah semua ini berakhir apa yang harus aku lakukan, aku bingung tanpa arah Sendiri..
-
Ini hari ketika moment aku pendadaran, Yudisium, Wisuda 25 Desember 2018, 28 Maret 2019, 30 Maret 2019 terimakasih kepada Alloh SWT,...
-
Telah 2 tahun kita berpisah namun masih tak bisa lepas dari bayang ceria mu, tolong pergi


0 komentar:
Posting Komentar