Jam
bel sekolah berbunyi lebih dari 6 kali yang menandakan tanda untuk siswa
sekolah di SMA Mawar boleh pulang, tak biasanya bel itu berbunyi disaat jam
istirahat pertama yang sontak membuat siswa siswi SMA Mawar senang luar biasa.
“Eh
bel pulang tuh” kata Exel kepada dua temannya yang masih bingung dengan bunyi
bel itu.
“Iya
ya gak biasanya, bel pulang di jam gini mana masih pagi lagi” Andrian teman Exel yang disebut sebut murid terpintar dikelas masih tidak percaya boleh pulang di jam
istirahat pertama.
“Lo
nyesal ndri ?” sahut Romi teman Exel satunya yang sangat menyukai seni, menyangka andrian tidak senang dengan kejadian
yang tidak biasanya itu.
“Nggak
kok gue malah senang, kok lo nuduh gitu rom” ketus Andrian jadi kesal dengan Romi.
“Oh
nggak gue nyangka aja dari raut muka lo, gue kira lo nyesal pulang cepat” Romi ngeles. "Jangan marah gitulah" tangan romi langsung menepuk pundak andrian.
“Aaaaaa
sudah-sudah kalian kok jadi ribut ga jelas gitu, mending kita jalan” Exel
yang agak kesal dengan kedua sahabatnya yang ribut karena hal ga penting.
“Mau
kemana ? jangan ketempat aneh-aneh ya” Andrian si murid pintar tapi memiliki sifat penakut.
“Yee
lo kira kita bakal ketempat apaan. hha, kemana ya ?” Exel pun yang menyarankan jalan bingung karena
waktu yang masih terbilang pagi.
“Gimana
kalau kita ke pameran lukisan yang baru dibuka, dekat kok dengan sekolah kita” jelas Romi penyuka dengan hal-hal seni terutama seni rupa.
“Oke
deh boleh juga daripada ga tau mau kemana” Exel dan Andrian setuju dengan
usulan Romi.
Jadi
ketiga sahabat itu pun pergi ketempat pameran lukisan di dekat sekolah mereka
dengan berjalan kaki, karena tempatnya tidak terlalu jauh dan juga ketiga sahabat
ini hanya memiliki budget pas-pas an. Sesampainya di pameran
lukisan ternyata Andrian, Exel dan Romi dihadang oleh satpam yang menjaga pintu
depan gedung itu.
“Mau
ngapain kalian kesini, anak sekolahan tidak boleh masuk kesini kalau masih jam
pelajaran dan masih memakai seragam sekolahnya” tegas satpam dengan nada kasar.
“Yaaa
tapi pak sekolah kami memulangkan kami lebih cepat, kalau gak percaya Tanya aja
sama sekolahnya” kata Romi tidak sabaran ingin segera masuk ke dalam gedung.
“Eh
rom lu tu anak SMA mikir kenapa, masa satpamnya disuruh tanya sekolah, sekolah
mana bisa ngomong hha” singgung Exel dengan nada berbisik.
“Ah
elu xel bantu kenapa?” ketus romi berbisik.
“Ah
sudah sudah, jadi gini pak kami itu di pulangkan lebih cepat oleh sekolah kami
karena ada rapat dadakan oleh guru-guru disekolah kami jadi tolonglah pak
ijinkan kami masuk” terang Andrian kepada satpamnya agar ia mengijinkan mereka bertiga masuk kedalam pameran.
“Oh jadi gitu, nah
kalau ceritanya seperti itu kalian baru boleh masuk tetapi kalau kalian mengganti pakaian kalian, karena
seragam sekolah tidak diperbolehkan disini” jelas satpamnya.
“Oh
gitu ya pak, ya udah deh kami pulang dulu” jelas Andrian. "gimana kalau kalian kerumahku?" usul Andrian. "boleh juga tuh, lagian rumahmu kan deket dari sini ndri" jelas Exel. "oke deh aku ikut aja" lirih Romi yang lesu karena belum bisa masuk ke dalam pameran. "santai aja kali rom, ntar kita pasti masuk kok" rangkul kedua sahabatnya.
Mereka
bertiga pun pulang kerumah Andrian yang memang letak rumahnya tidak terlalu
jauh dari sekolah mereka, dengan menaiki kendaraan taksi dengan harga 20ribu
mereka pun sampai di rumah Andrian.
“Ah
kampret juga tu satpam, kita kan istilahnya libur, masa gara-gara pakaian aja
kita disuruh pulang.” Romi yang kesal dengan perlakuan satpam disana.
“Bener
banget tu rom” Exel sependapat dengan Romi.
Andrian
pun melempar kedua sahabatnya dengan baju yang dipilihnya untuk dipakai kedua
sahabatnya itu.
“Udah
deh mending kalian pakai baju gue dulu, baru kita kesana lagi” jelas Andrian.
“Setuju
deh sama lo ndri, tapi kita makan dulu ya ndri dirumah lo hhe” canda Exel.
“Iya
ndri makan dulu ya dirumahmu” timpal Romi yang dari tadi bisa menahan laparnya karena
kesal.
“Heee
ini kan masih pagi masa kalian udah lapar?” Romi bingung.
“Aku
sih ga ada sarapan tadi pagi” spontan kata Exel dan Romi secara bersamaan
berucap.
“Ya
udah deh makan pop mie aja ya, kayaknya masih ada tuh” Andrian berjalan menuntun kedua sahabatnya ke dapur.
Setelah sampai di dapur mereka pun memasak pop mie tersebut. setelah pop mie jadi, mereka
melahap dengan cepat pop mie tersebut.
"aah kenyanggg" ucap Exel dan Romi diiringi dengan bunyi sendawa.
"sudah?" tanya Andrian. "sudaaah" ucap Exel dan Romi bersamaan. "Ayo berangkat" ajak Andrian. "ayoooo" semangat Romi langsung berdiri dari kursi yang ia duduki. "semangat amat" diikuti Exel yang berdiri dari kursi.
mereka bertiga pun langsung berangkat ke tempat pameran lukisan yang tadi, dengan membayar taksi seharga 20 ribu lagi, mereka lebih cepat 10 menit karena hari itu tidak terlalu macet dengan waktu yang masih pagi. Setelah sampai pintu gerbang, mereka pun mengacuhkan satpam yang menghadang mereka tadi. Sampai didalam yang paling semangat adalah Romi karena dengan melihat lukisan-lukisan itu Romi dapat banyak inspirasi untuk meningkatkan kreatifitas menggambarnya. Exel dan Andrian hanya melihat lukisan-lukisan itu sebatas benda biasa yang ada dirumah mereka.
"aah kenyanggg" ucap Exel dan Romi diiringi dengan bunyi sendawa.
"sudah?" tanya Andrian. "sudaaah" ucap Exel dan Romi bersamaan. "Ayo berangkat" ajak Andrian. "ayoooo" semangat Romi langsung berdiri dari kursi yang ia duduki. "semangat amat" diikuti Exel yang berdiri dari kursi.
mereka bertiga pun langsung berangkat ke tempat pameran lukisan yang tadi, dengan membayar taksi seharga 20 ribu lagi, mereka lebih cepat 10 menit karena hari itu tidak terlalu macet dengan waktu yang masih pagi. Setelah sampai pintu gerbang, mereka pun mengacuhkan satpam yang menghadang mereka tadi. Sampai didalam yang paling semangat adalah Romi karena dengan melihat lukisan-lukisan itu Romi dapat banyak inspirasi untuk meningkatkan kreatifitas menggambarnya. Exel dan Andrian hanya melihat lukisan-lukisan itu sebatas benda biasa yang ada dirumah mereka.
10 menit berlalu “Ah
ini sih namanya nemanin Romi aja buat liat lukisan-lukisan, mending kita cabut
ndri” ajak Exel berbisik lirih pada Andrian.
“Eh
jangan kasian si Romi, mending kita kelilingin gedung ini aja siapa tau ada yang
asik kita biarin aja Romi sendiri dulu” bisik Andrian yang berada di sebelah Exel.
“Oke
deh, kita ngomong aja dulu sama Romi” sahut Exel.
“Rom
kita mau keliling, lo masih di ruangan ini kan?” kata Andrian kepada Romi yang
asik dengan lukisan karya dari pelukis terkenal.
“Oh
oke deh, tapi jangan tinggalin tempat ini ya, kan gue ga ada budget lagi buat
pulang” Romi yang masih menatap lukisan itu.
“Oke
oke” kata Exel dan Andrian sembari menepuk pundak Romi.
Ruangan
demi ruangan di telusuri Exel dan Andrian, tiba di ruangan lukisan bertema alam, Andrian berhenti sejenak untuk melihat lukisan alam tersebut, Exel pun melihat lukisan alam yang lain tanpa disadari disebelah kiri Exel ada cewek
tercantik di sekolah mereka yang memang jadi incaran satu angkatan Andrian, Romi, dan Exel. Cewek tersebut bernama Dira, Exel yang menoleh kekiri tanpa sengaja melihat Dira langsung spontan terdiam kaku dan langsung memakai kuda-kuda staycool mata Exel mengisyaratkan melihat lukisan alam secara
detail padahal pikirannya hanya tertuju pada Dira. Sedangkan Dira yang menoleh ke kanan dan melihat Exel hanya memasang raut wajah yang biasa saja dan ketika Dira pergi
kearah berlawanan dari Exel, Exel pun dengan cepat menghampiri Andrian.
“Eh
ndri, ada dira ada dira ada dira” Exel yang panik kesenangan.
“Biasa
aja kali nyebutinnya, emang sama siapa dia kesini lalu ngapain dia disini?” Andrian yang tidak terlalu peka masalah cewek.
“Dia
mau beli cireng, ya dia mau lihat lukisan lah pastinya dan tau gak kalau dia
sekarang disini sendirian” Exel memberitahu dengan nada yang amat senang.
“Terus
gimana?” tanya Andrian polos.
“Ah
bodoh kamu, ya aku mau pdkt sama dia” mata exel berbinar.
“Ya
terus urusan dengan aku apaan?” tanya Andrian lagi masih polos.
“Ya
kamu bantuin aku kenapa, bantuin brooo” Exel setengah memohon.
“Waduh
masalah cewe aku ga jago kalo masalah pelajaran sekolah aku ahli xel, gimana
kalau kita ke tempat Romi kita tanya dia” usul Andrian kepada Exel.
“wah
boleh juga tuh, ayo keburu dira pergi dari tempat ini." Exel semangat 45.
Exel
pun pergi dengan berlari sambil menarik tangan Andrian keruangan lukisan dimana Romi masih disitu. Tanpa basa-basi Romi
langsung ditarik oleh Exel pergi keruangan dimana disana ada Dira dan diruangan
tersebut bertema lukisan tentang abstrak.
“Ngapain
sih lo Xel, narik gue keruangan abstrak, gue lagi males liat lukisan ini” Romi yang kesal karena masih asik dengan ruangan lukisan
pelukis-pelukis terkenal.
“Ah
ga penting itu rom, tuh liat ada Dira bro” tunjuk Exel kearah Dira untuk
memberitahu Romi.
“Ah
gila lo yang bener itu Dira?” tanya Romi ternyata juga tertarik dengan kehadiran Dira.
“Emang
kenapa sih kalau ada Dira guys” Andrian masih polos.
Exel
yang kesal dengan kepolosan Andrian, menunjuk Dira dan memberitahu tentang
kecantikan dan kelebihan-kelebihan Dira kepada Andrian, setelah diberitahu dan Andrian menatap Dira dalam-dalam Andrian langsung suka dengan Dira, Exel memang
jago menghasut orang apalagi sahabatnya.
“Terus
gimana?” kata Andrian kepada dua sahabatnya.
Romi
yang masih bengong ngeliat Dira tidak merespons kata-kata Andrian.
“Gimana
kalau kita deketin Dira” ajak Exel.
“Masa
kita betiga langsung hadapin Dira, kan gak gentlemen” kata Andrian.
Romi
yang tersadar dari lamunannya.
“Ya
elah ga betiga langsung juga kali, gantian kita hampirin dia “ sahut Romi.
“Caranya?” Andrian bingung.
“Oke
deh daripada bingung kita harus ada peraturan sebelum deketin dia, nah waktu kita
gak banyak bro tiap orang punya waktu 10 menit buat pdkt dan harus ajak Dira ke
ruang lukis yang kita suka atau dia suka, lebih 10 menit awas aja ya, dan juga
cegah dia supaya gak pulang cepat” Exel semangat.
“Emang
kalau menang dapat apaan” kata Andrian.
“Ya
dapat Dira lah bego” kata Exel dan Romi bersamaan.
“Oke
kalau kalah” Tanya Romi.
“Hmm
traktir bakso satu minggu sama kerjain tugas sekolah selama satu minggu juga” kata Exel
semangat.
“Oke
oke boleh juga” sahut Andrian dan Romi.
“Hehe Dira pasti pilih gue!!!!!” kata-kata yang berbunyi sangat keras di dalam hati
mereka masing-masing.
Ketiganya
mempersiapkan bahan pdkt, ketika Dira ingin pergi ke ruangan lain………
“Bro
gue duluan yaaaa, Dira mau cabut tuh bahaya” Exel panik lalu beranjak pergi menjauh dari kedua sahabatnya.
“Oke
deh, lo duluan xel gue juga belum siap” ucap Andrian yang masih bingung
menyusun bahan.
“Semangat
bro” Romi menyemangati Exel.
Ketika Dira sedang berada di depan pintu keluar ruangan lukis abstrak, Exel
menghampirinya dari belakang dengan tatapan hangat.
“eh
dir……………”
-TO BE CONTINUED-



0 komentar:
Posting Komentar