DIA, matahari yang tidak aku sadari kala itu, dia yang menghangatkan melalui setiap baris teks yang dikirimkan padaku, dia manis apalagi kalau senyum, setiap aku bad mood dia bisa membuat good mood, dia ceria, dia periang, dan dia bahagia... Kala itu, waktu terus berjalan waktu membunuh, waktu menyiksa, waktu memudarkan semuanya, ketika masanya berhenti berkirim pesan, aku sudah tidak kenal dia, dia berubah menjadi pemurung dan penyendiri, menurut pandanganku, entah kenapa matahari ini baru aku sadari beberapa tahun terakhir, namun naas aku sudah tidak bisa kembali, kembali melihat senyumnya atau bahkan melihat bait demi bait teks yang membuat hatiku semangat dan hangat, jujur berkirim pesan pada saat itu adalah momen berkirim pesan paling indah sebelum ada media-media baru bermunculan.
Matahari itu sahabatku, aku anggap dia penyeimbang dalam hidupku, aku tidak tau dia ada rasa lebih terhadapku dan aku tidak mau tau...kala itu, seiring waktu aku tau dengan sendirinya, membuat aku kecewa, karena perasaanku terhadapnya itu muncul saat semua sudah berubah dan aku tidak bisa mengungkapkan ataupun jujur padanya, dia suka pada orang lain, lebih baik dan lebih mengerti dia, sekarang berkirim pesan dengan nya hanyalah bertepuk sebelah tangan, dia tidak menjadi seseorang yang menunggu pesanku, menyesal bukan berarti aku berhenti. Aku hanya paham akan batasanku sekarang,
Aku ada dalam bayangan matahari itu, melindungi dan mendoakan dari kejauhan raga dan hatinya.


3 komentar:
Jika setiap wanita memiliki lagu yang mencerminkan dirinya pada diri seseorang, maka bagiku lagumu adalah PUPUS
🧔🏻:kamu tahu, perjalanan cahaya bintang untuk mencapai bumi itu ribuan tahun lho
🧕🏻:oh ya? Lama juga ya
🧔🏻:Iya, dan itu berarti cahaya yang kita lihat di langit malam bisa saja berasal dari bintang yang telah mati, namun cahayanya baru akan hilang ribuan tahun kemudian
🧕🏻:wah bener juga
🧔🏻:Dan kisah kita ini seperti mereka lho
🧕🏻:Kok begitu?
🧔🏻:Karena aku terus memberimu sinar cinta dan kasih sayang, namun saat kau menyadarinya, aku telah pergi
Puitis sangat, terimakasih membaca blog akuuh, semoga kita bisa berteman
Posting Komentar